Beberapa saat yang lalu telah berbunyi
suara yang paling dibenci oleh anak pemalas manapun, benar suara itu adalah
suara bel sekolah yang menandakan bahwa semua siswa harus masuk ke kelas dan
mempersiapkan diri untuk memasuki jam pelajaran. Jika kalian adalah anak yang
pemalas sama sepertiku maka kalian pasti tau bagaimana rasanya menjalani jam
pelajaran yang membosankan itu kan? , yah benar-benar membosankan apalagi jika
kau adalah seorang siswa yang malas dan bodoh, kebosanannya meningkat jadi dua
kali lipat dan ditambah dengan rasa takut jika guru mengajukan pertanyaan
kepadamu. Di saat seperti itulah teman sebangkuku menyarankan hal yang sangat
baik dilakukan oleh seorang pemalas seperti diriku ini.
“Hoi, wiki” Fahrizal memanggilku sambil
memegang HP nya.
“Mau ikut?” lanjutnya.
“Mau ikut?” lanjutnya.
“Hari ini berapa orang yang ikut?” tanyaku
“6 orang kalau lu ikut “
“hmm… siapa aja yang ikut?”
“udah jangan banyak bacot kao, ikut apa
enggak?”
“Seorang Kesatria tidak akan pernah menolak sebuah misi!, itu
adalah jalanku sebagai ElBlader!” jawabku sambil memegang HP ku.
Dari percakapan di atas kalian pasti sudah
mengetahui apa yang akan kami lakukan, benar yang kami lakukan adalah hal yang
sebenarnya melanggar aturan sekolah, yaitu bermain HP di saat jam pelajaran,
dan permainan yang kami mainkan hari ini adalah sebuah permainan MMORPG (Massively Multiplayer Online Role
Playing Game) yang dapat dimainkan secara online di HP yang bernama Elblade.
Di dalam game ini kami berperan sebagai seorang kesatria yang mengemban misi
untuk mengalahkan raja iblis Libel, dan menyelamatkan dunia. Meskipun tujuannya
sudah pasti , game MMORPG tidak akan pernah tamat kecuali game tersebut akan
segera bangkrut.
Setelah
beberapa menit mempersiapkan diri untuk petualangan menuju dunia fantasi,
akhirnya kami telah siap untuk memulai perjalanan kami. Ah ngomong-ngomong di
game ini aku memiliki nama Lillyn dan Fahrizal adalah Gasollyne. Lillyn adalah
seorang gadis yang dijuluki sebagai Weapon
Master, karena Lillyn dapar
memanggil berbagai jenis senjata untuk membantunya dalam pertarungan. Sedangkan
Gasollyn adalah seorang anak laki-laki yang dapat mengendalikan ruang dan waktu
dan mendapat gelar sebagai Time and Space
Destroyer. Tujuan dari petualangan kami hari ini adalah ke sebuah kuil di
tengah kota air yang disebut dengan Hanel. Dikatakan di kuil Hanel ini terdapat
seorang pemimpin iblis bernama Rin yang menyerang kota air dan membuat ribuan
orang tewas dalam perang. Sekarang kami akan membereskan Iblis Rin ini dan
menyelamatkan kota air!.
“Teman-teman kalian semua sudah siap”
tanyaku sebagai ketua party, tentu saja melalui fitur chat yang sudah
ditanamkan di dalam game ini.
“yuk.”, “go!” “jalan cok” balasan dari
beberapa temanku yang ikut dalam partyku.
Sebelum
dapat mencapai Hanel kami arus sebelumnya melewati sebuah dam raksasa kuno,
disaat kami sampai di dam kuno ini kami telah dihadang oleh bebrapa iblis
kecil. Para iblis kecil ini menyerang kami dengan panah, itu berarti mereka
berada di jarak yang cukup jauh.
“Shield of Atom!” Teriak Lillyn. Tak lama
kemudian pelindung berwarna biru melindungi seluruh anggota party dari hujan
panah. Anak-anak panah tersebut terpental setelah mengenai pelindung biru yang
dikeluarkan oleh Lillyn, Tidak hanya memberi perlindungan Shield of Atom juga
memberikan kekuatan tambahan kepada anggota party yang berada didalamnya,
dengan kata lain anggota yang berada di dalam pelindung biru ini akan menjadi
lebih kuat. “Gravity Zero!” ini merupakan kekuatan Gasollyne yang membuat
gravitasi di suatu area tertentu menjadi lebih tinggi dan menyebabkan musuh
tidak dapat bergerak, dan juga dapat melukai musuh dengan Demage yang cukup tinggi.
“Sekarang dragonoids! Habisi musuhnya!”
kata Gasollyn, tentu saja menggunakan
fitur chat.
“Star Shooter!” dragonoids menembakkan
puluhan peluru rudal dari bazokanya yang telah dilengkapi dengan fitur Homing yaitu mengejar musuh, dengan kata
lain kemanapun musuh berlari atau sejauh apapun musuh itu berada tetap akan
terkena peluru rudal dari dragonoids ini. Dragonoids sendiri adalah seorang Giant Cannon Handler atau pengguna
bazooka besar, dia dapat menembak musuh dengan peluru rudalnya dengan daya
hancur yang sangat tinggi namun dalam pertarungan jarak dekat ia dapat
mengayunkan bazookanya untuk mendorong mundur musuh.
“OH YEAH!” kata dragonoids.
“Berlebihan banget cok” ejek Gasollyne
“gapapa kan juga MP nya dia yang abis”
ucapku dengan maksud sedikit bercanda. Tentu saja percakapan ini kami lakukan
melalui fitur chat.
Setelah
serangan bertubi-tubi kami selesai kami melihat sekitar kami untuk memastikan
bahwa sudah tidak ada lagi iblis yang tersisa. Sayangnya masih ada beberapa
iblis tersisa namun HP (Health Points) mereka
sudah hampir 0, artinya tinggal beberapa serangan kecil saja dapat membunuh mereka.
Setelah membereskan iblis, iblis yang tersisa kami melanjutkan perjalanan kami
masuk ke bawah tanah dam kuno untuk menemukan Iblis Rin. Seperti yang kuduga,
perjalanan kami menuju ke Hanel tidaklah mudah, belum beberapa meter kami masuk
ke bawah tanah dam kuno kami sudah dihadang lagi oleh iblis. Namun kali ini
bukan cuma iblis kecil saja, beberapa iblis besar juga muncul.
“Seperti yang diharapkan dari Iblis Rin,
jumlah anak buahnya bukan main” kata Gasollyn.
“gapapa, makin banyak musuhnya makin meriah
kan ?” ujarku.
“kalo terlalu banyak ngerepotin juga cok”
kata dragonoids.
“ini dah amatir, kalo kalian kerepotan sini
gue bantu dah, Bomb Shower!!!”.
Beberapa detik kemudian bom mulai berjatuhan dari langit, atau lebih tepatnya dipindahkan melalui sebuah lubang yang disebut dengan Weaponary Storage. Keahlian ini hanya dimiliki oleh seorang Tactical Canonner dan salah satu dari Tactical Canonner tersebut berada dalam party kami, dia bernama FallenZoe.
Beberapa detik kemudian bom mulai berjatuhan dari langit, atau lebih tepatnya dipindahkan melalui sebuah lubang yang disebut dengan Weaponary Storage. Keahlian ini hanya dimiliki oleh seorang Tactical Canonner dan salah satu dari Tactical Canonner tersebut berada dalam party kami, dia bernama FallenZoe.
“oohh… aku lupa ada Fal di party” ujar
Gasollyne
“Fal kan biasanya nge-lag makanya jarang inget aahahaha…” kataku melalui fitur chat
Disaat kami sedang asik chatting tanpa kami
sadari para iblis yang sudah dikalahkan oleh FallenZoe kembali berdiri dan
mulai menyerang kami. Zlebb… FallenZoe ditusuk oleh seorang iblis yang
ukurannya dua kali lebih besar dari yang lainnya. HP FallenZoe hampir mencapai
0 untung ia cepat-cepat menggunakan potion
dan blessed water untuk
memulihkan HP dan juga menghilangkan status Curse.
Status curse sangat menyebalkan, setiap detiknya 10MP (Mana Points) dan jika kalian kehabisan MP itu artinya kalian tidak
dapat menggunakan skill sama sekali,
dan jika kalian tidak dapat menggunakan skill berarti kalian harus melawan
musuh dengan serangan dengan daya hancur kecil.
Bukan
hanya FallenZoe yang terkena serangan, seluruh anggota party terkena serangan
bahkan Lillyn ku terkena cukup parah, tadinya aku ingin menggunakan skill
Shield of Atom lagi untuk mengurangi dampak serangan musuh kepada kami namun
aku telat menggunakannya karena pergerakan musuh sangat cepat dan saat aku
menggunakan skillku aku diserang sehingga skillku tidak dapat digunakan dan
masuk ke pase Cool Down.
“Gawat, kalau begini terus kita bakal
kehabisan stock potion sama blessed water!”
kataku
“Kita harus mundur sejenak dan mengatur
strategi dulu sebelum maju lagi” Gasollyne menyarankan.
“Mau mundur kemana? Kita sudah dikepung!”
kata FallenZoe
“Biar aku yang buka jalan untuk kita kabur!
Lazer Buster!” Tentu saja percakapan ini
melalui fitur chat.
Dia adalah Dirly sang Mad Scientist dia adalah professor yang tergila-gila dengan robot,
namun dia memiliki kekuatan serang yang sangat tinggi jadi dia adalah salah
satu anggota party yang dapat diandalkan.
Setelah Dirly menggunakan Lazer Buster para
iblis yang menutupi jalan di belakang kami pun terpental jauh beberapa meter
dan membuka jalan bagi kita untuk mundur. Dengan sigap semua anggota party kami
lari secepat mungkin melalui jalan yang baru saja dibuat oleh Dirly. Sambil
menoleh ke belakang aku menembakkan beberapa bola listrik untuk memperlambat
musuh yang mengejar kami.
“Cepat cepat cepat!, Kabur atau mati!” kata
Dirly
“Banyak bacot kao cok ini lagi lari.”
Gasollyne marah pada Dirly
“Kita sembunyi di gua itu!” kata FallenZoe
sambil masuk ke sebuah gua. Ini juga melalui fitur chat.
Kami semua masuk kedalam gua itu setelah
FallenZoe masuk , kami langsung menyembunyikan diri kami dibalik batu atau
lubang yang ada di gua ini. Kami semua terdiam, yang terdengar hanyalah suara
derap kaki para iblis yang berlari untuk mengejar kami. Beberapa menit telah berlalu, para iblis itu
tidak menyadari bahwa kami bersembunyi dalam gua ini, aku pegi ke mulut gua
untuk memastikan bahwa tidak ada satu iblis pun yang tersisa. Dugaanku benar,
diluar sudah tenang , tidak ada satu iblis pun tersisa. Aku memberi kode kepada
teman-temanku bahwa iblis sudah pergi. Teman-temanku yang sudah membaca kodeku
satu persatu keluar dari tempat persembunyian mereka.
“whew, Thanks Dirly, lu nyelametin kita
tadi” ujar FallenZoe.
“No Problem, kalau salah satu dari kita
mati maka misi ini tidak akan pernah selesai.” Balas Dirly.
“Sekarang masalahnya bagaimana cara kita
melewati tempat yang tadi?.”Tanya Gasollyne kepada semua anggota party.
Kami semua diam sejenak sebelum aku mulai mengajukan sebuah rencana.
Kami semua diam sejenak sebelum aku mulai mengajukan sebuah rencana.
“Gimana kalau xDesi membersihkan iblis yang
kecil-kecil dengan skill terhebatnya Psyhic Blaster?” saranku. xDesi adalah
salah satu anggota party ku, dia dijuluki sebagai Elegant Shock karena kekuatan listriknya yang sangat cantik.
Sedangkan skill Psyhic Blaster adalah skill yang menembakkan gelombang lazer
yang sangat besar kepada musuh dan memiliki daya hancur yang sangat besar,
namun kekurangannya adalah Cast Time
dari skill ini cukup lama.
“Terus yang gede tadi yang nusuk aku
gimana? Psyhic Blaster emang sakit, tapi tetep aja kalau kita gak bisa ngalahin
yang gede yang kecil bakal terus muncul” bantah FallenZoe.
“Nah selagi xDesi casting Pshic Buster,
tiga orang lindungi dia biar skill nya gak gagal, terus aku tahan yang gede
pakai Black Hole Generator, terus yang nganggur gebuk iblis yang gede pakai
skill yang sakit-sakit.” Jelasku.
“Gimana kalau sebelum lu pakai Black Hole
Generator, lu pakai dulu Shield of Atom ke aku?, jadinya kan yang ngelindungin
aku jadi enak” saran xDesi.
“Bisa aja, tapi bagi Elixir dikit dong,
punyaku udah mau abis nih”
“emang tadi sebelum masuk dam lu bawa
berapa biji?”
“aku bawa 10 biji, tapi sekarang Cuma sisa
2 aja” kataku melalui fitur chat.
Setelah itu semua anggota party memberiku
masing-masing 1 Elixir mereka kepadaku. Mereka memberiku sedikit saja karena di
tangan mereka elixir lebih berguna ketimbang ditanganku, karena mereka lah yang
akan menyerang iblis besar itu secara bertubi-tubi.
“kalian udah siap?” aku bertanya kepada
semua anggota party.
“Hell YEAH!” “gogogogo!” “HAJAR!!” jawab
anggota partyku dengan semangat. Dan percakapan ini juga dilakukan melalui
fitur chat.
Setelah mengkonfirmasi bahwa teman-temanku
sudah siap, kami lari keluar dari gua tempat persembunyian kami secara
bersamaan. Kami berlari dengan secepat mungkin agar kami bisa secepat mungkin
sampai ke tempat tadi kami mundur. Beberapa menit kemudian kami sampai di
tempat tujuan, dan seperti yang kami duga, si iblis besar itu sudah menunggu
kami sambil menyilangkan tanggannya. Aku
menoleh semua anggota partyku kemudia mereka membalasku dengan sebuah anggukan
yang berarti “ya” itu merupakan tanda bahwa rencanaku akan segera dilancarkan.
“Shield of Atom!” tahap pertama dari
rencanaku mulai dijalankan.
“xDesi Sekarang!” teriakku, dan saat aku
menoleh kearahnya, dia sudah mulai casting skillnya.
“tahan yang gede Lillyn!” Gasollyne berteriak
kepadaku.
“BLACK HOLE GENERATOR!!!” teriakku sembari
mengeluarkan skill
“Teman-teman, Sekarang!!! Habisi dia!!”
Beberapa saat kemudian Psyhic Buster
berhasil digunakan Lazer besar melewati kami dan menyapu bersih iblis-iblis
kecil, disaat yang sama anggota party yang lain menyerang iblis besar yang
sedang aku tahan dengan skill Black Hole Generatorku.
“HEAAAAHHH!!!!”
“OAAAHHHH!!!!!”
“RASAKAN INI!!!”
“MATILAH KAU!!!”
“HEYAAAAHHH!!!”
Kami semua berteriak untuk beberapa saat
layar HP kami menjadi putih akbiat animasi yang berlebihan, beberapa detik
kemudian layar HP kami perlahan-lahan memperlihatkan hasil dari pertarungan
kami, dan hasilnya adalah kami berhasil mengalahkan iblis besar tersebut.
“YESS!!”
“YAHOO!!”
“SUKSES COKK!!”
Kami semua meneriakkan suara sekreras
mungkin tanda bahwa kami telah memenangkan pertemuran yang sengit melawan iblis
sebesar itu, bahkan beberapa dari kami ada yang Level Up.
“Teman-teman ingat! Perjalanan kita masih
panjang, kita masih harus mengalahkan Iblis Rin di Hanel!” ujarku.
“hooo… jadi kalian harus mengalahkan Iblis
Rin di Hanel ya? Gimana kalau kalahkan pak guru dulu sebelum ke Hanel”.
Sial teriakkan kami tadi tidak menggunakan
fitur chat, melainkan menggunakan fitur tubuh kami yaitu mulut. Aku menoleh ke
sebelah kiriku dan kemudian aku melihat seorang Pak Ironman yang sedang marah,
setelah aku lihat sekelilingku aku melihat ke-5 temanku yang merupakan angota
partyku semuanya berdiri sambil mengangkat tangan kanan mereka yang dikepal
sedangkan tangan kiri mereka masih memegang HP, setelah ku perhatikan ternyata
diriku juga begitu.
“Heehee… pak… maaf “ kataku sambil
mengedipkan sebelah mataku, balasan dari Pak Ironman adalah ia mengepalkan
tangan kanannya dan menunjukkannya ke depan wajahku, beberapa detik kemudian
aku pingsan bukan karena dipukul melainkan karna shock karena pukulan Pak
Ironman tidak menyentuh tubuhku sama sekali melainkan aku merasakan angin
kencang didepan wajahku sedangkan tangan Pak Ironman yang kekar itu berhenti
beberapa mili sebelum mengenai wajahku. Sial kenapa Cuma aku? Padahal yang main kan ber-6?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar